sebentar lagi akan diadakan reuni 20 tahun angkatan sma tempat saya berlatih membolos. btw, ketahuan umurnya ya, hihihihi..

sebelumnya, memang ada grup berisi alumni, yang kadang heboh dan kadang sepi. kini, bertambah tujuh grup kelas agar mempermudah koordinasi.

akhir-akhir ini, banyak keluhan bermunculan karena beberapa oknum di grup besar selalu heboh membahas masa lalu para anggotanya. ketika ditegur, ada saja jawabannya. ngeles. atau malah tersinggung. aneh bin ajaib lah pokoke…

sebenarnya, tak ada yang salah dengan membahas masa lalu, sepanjang itu pengalaman masa muda yang lucu, menghibur, atau membuka wawasan. misalnya, dulu pernah dimarahi guru karena membolos, atau berkelahi dengan teman karena menghilangkan kunci motor, atau gunung mana yang asyik didaki bersama keluarga.

masalahnya, yang selalu dibahas adalah masa lalu yang berkaitan dengan kisah cinta.

kalau saja kedua belah pihak masih lajang, silakan saja lah.. siapa tahu mereka berjodoh, hanya butuh dorongan untuk maju. bagaimana jika kedua belah pihak memiliki keluarga masing-masing?

pernahkah oknum yang menjadi host infotainment memikirkan perasaan pasangan mereka?

memang ada suami istri yang saling terbuka membicarakan kisah cinta mereka sebelum bertemu, tapi ada juga yang menutup rapat-rapat kisah mereka. ada yang saling bertukar gawai dan membaca chat history masing-masing, tapi ada juga yang menjadikan gawai sebagai privasi mereka.

bayangkan apa yang akan seorang istri rasakan ketika membaca obrolan di grup alumni dan menemukan bahwa sang suami digoda teman-temannya berkaitan dengan kisahnya mengejar seorang gadis di masa lalu?

dan apa yang dirasakan seorang suami ketika membaca obrolan di grup alumni dan menemukan bahwa sang istri didorong untuk bertemu dan bernostalgia dengan kekasih di masa lalu?

seorang teman pernah berkata, “setan itu mainnya halus.”

ya memang, kadang kita tak sadar sudah terjebak dan mengikuti permainan yang dirancangnya. dan tiba-tiba, kita sudah terlalu jauh dan tak bisa kembali lagi ke jalur yang semestinya.

suami istri akan berselisih, dan ujung-ujungnya bercerai.

kalau begini, siapa sebenarnya sang setan?

saya selalu saja menyayangkan, kenapa pria dan wanita dewasa masih terjebak di masa lalu, membicarakan hal-hal yang tak seharusnya diumbar di hadapan semua orang.

tapi lagi-lagi ketika ditegur, yang menegur justru dibilang belum move on.

come on..

dan hari ini, ada teman yang bercerita bahwa di salah satu grup kelas ada oknum yang mulai membuka obrolan mengenai kisah cinta masa lalu.

duh Gusti… 🤦‍♀️

apakah sebegitu menyenangkannya membahas kehidupan orang lain, yang jelas-jelas tidak relevan dengan masa kini?

ada juga yang menyarankan tak usah ada reuni karena pasti akan ada yang mengalami clbk. so, apakah membatalkan acara yang kemungkinan dihadiri beberapa orang demi beberapa orang yang pernah saling mengisi hati berpuluh tahun lalu merupakan solusi paling tepat? 🤔

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *