agak tergelitik mengingat beberapa waktu lalu, seorang teman yang notabene wirausahawan sukses, secara berkala membagikan gambar dengan caption yang menurut saya menyinggung perasaan teman-teman lain yang tidak seprofesi.

seperti ini, “hari gini masih nunggu gajian?”; “kerja itu bisa dimana aja, bahkan di rumah, ga harus ke kantor.”; “kasihan, mau cuti aja harus minta persetujuan.”; dan lain-lain.

pada suatu ketika, beberapa teman-teman menyatakan perasaan mereka. perasaan sakit hati alias tersinggung, tentu saja. bukan perasaan cinta yang terpendam.

saya berusaha menengahi dengan menuliskan, apapun pekerjaan kita, apakah kita pegawai negeri sipil, pegawai swasta, pedagang, petani, wirausaha, atau apapun, jangan lupa bersyukur.. karena bagaimanapun, itulah jalan rezeki yang ditunjukkan oleh Tuhan Yang Maha Adil.

mungkin tujuan teman saya itu baik, memberikan motivasi agar menjadi seorang pekerja yang “bebas” menentukan seperti apa mereka akan menghasilkan uang. mau di kantor, di rumah, di kafe, di bandara, di trotoar, mau setiap hari, setiap minggu, setiap bulan, mau mengejar target 1 juta, 10 juta, atau 100 juta.

tapi perlu diingat, tidak semua orang sama. setiap orang diciptakan dengan keunikan masing-masing. dan…. tiap orang sudah dijamin rezekinya masing-masing.

tidak semua orang cocok menjadi pns. tidak semua orang cocok menjadi pegawai swasta. tidak semua orang cocok menjadi pedagang. tidak semua orang cocok menjadi petani. tidak semua orang cocok menjadi wirausahawan.

tidak masalah kita menjalani hidup seperti apa yang kita inginkan. jika puas, silakan dilanjut. jika kurang puas, silakan ganti tempat kerja, atau ganti profesi.

yang menjadi masalah adalah, saat kita tidak bersyukur dan malah meremehkan jalan rezeki orang lain.

2 Replies to “jalan rezeki”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *