cara.

mungkin itulah yang tidak kita pikirkan.

seorang teman bertanya, “kok kayanya dia ga sedih sih ibunya meninggal? bapakku meninggal lebih dulu aja, aku masih ngerasa kehilangan sampai sekarang.”

beberapa waktu kemudian, ada teman lain meradang, “kenapa dia hapus semua tag foto yang sama aku? apa dia ga mau ngakuin pernah pacaran sama aku?”

ya, cara kita bukanlah satu-satunya cara.

kita pasti sedih ketika orang tua meninggal, tapi apa kita harus selalu meratap hingga bertahun-tahun?

tidak. ada golongan orang yang memilih untuk menceritakan hal-hal lucu atau menyenangkan bersama mereka saat masih hidup. ada yang memilih untuk menyangkal kebenaran dan bersikap seolah-olah mereka masih hidup. ada yang memilih memajang foto orang tua dimana-mana dan mendoakan mereka setiap melihatnya. dan entah bagaimana lagi, pasti ada cara lain bagi seorang anak untuk berduka.

kita pasti sedih kehilangan orang yang dikasihi. tapi apakah melihat foto kenangan saat bersama akan mempermudah kita untuk move on?

belum tentu. ada orang yang memilih untuk membakar (atau di era digital ini, menghapus lebih banyak dilakukan) semua hal yang berbau kenangan, seperti foto, chat history, surat cinta, juga semua pemberian sang “mantan”. ada yang berusaha membiasakan diri dengan tetap mengingat semua kenangan. ada yang berusaha mengubah kisah untuk menenangkan hati. ada yang memilih datang ke dukun dan menyantet agar sang “mantan” tidak bertemu dengan jodohnya.

nah lho…

kita mungkin punya tujuan yang sama dengan orang lain, tapi kita bisa memilih jalan yang berbeda untuk menuju kesana.

carilah cara yang paling tepat untuk dirimu sendiri, tanpa menilai cara yang dilakukan orang lain. cheeeeers! 😉

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *